Kiriman pada: Mon, Apr 27th, 2015

Beristiqomah Dalam Ibadah

Kongsi maklumat ini
Tags

LAMIINIstiqomah memang tidak mudah namun bukan hal yang mustahil. Apabila diniatkan dengan sungguh-sungguh, maka istiqomah akan mengalir dengan sendirinya, menjadi kebiasaan dan rutin hidup.

MEMPERBAHARUI TAUBAT DAN ISTIHGFAR.
Firman Allah SWT: Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, nescaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(Hud (11): 52).

JANGAN MEMBERATKAN DIRI.
Rasulullah Saw bersabda, “Wahai sekalian manusia, kerjakanlah amalan yang sesuai dengan kesanggupan kalian, kerana sesungguhnya Allah tidak akan jemu hingga kalian sendiri yang merasa jemu.” (HR. Bukhori: 1970, Muslim: 783).

MEMOHON PERTOLONGAN KEPADA ALLAH.
Rasulullah SAW selalu meminta pertolongan kepada ALLAH dalam ibadahnya, sebagaimana do’a yang beliau ajarkan kepada Muadz bin Jabal RA yang berbunyi: “Ya ALLAH, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-MU, bersyukur kepada-MU, dan memperbaiki ibadah kepada-MU.” (HR. Abu Dawud: 1522, Nasa’i 3/53, Ahmad 4/338).

MEMPERBANYAK DO’A AGAR DIBERI ISTIQOMAH.
ALLAH SWT berfirman,“…Tidak ada do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir‘. Kerana itu ALLAH memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran: 146-148).

Dalam ayat lain ALLAH SWT berfirman,“Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250)

“Ya Rabb kami, janganlah ENGKAU jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah ENGKAU beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi ENGKAU; kerana sesungguhnya ENGKAU-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron: 8).

Mengenai pengirim

Berikan komen anda

Anda mesti mendaftar masuk untuk memberi komen.